Selasa, 30 Juli 2013

HIDUP DI DALAM KEHENDAK BAPA


Yohanes 6:38, dikatakan “Sebab Aku turun dari surga, bukan untuk melakukan kemauan sendiri, melainkan kemauan Dia yang mengutus Aku” Dan Yohanes 4:34, “Lalu Yesus berkata, "Makanan-Ku adalah mengikuti kemauan Dia yang mengutus Aku, dan menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan-Nya kepada-Ku” (Terjemahan Alkitab Indonesia Sehari-hari).
            Sebagaimana tujuan Tuhan Yesus datang ke dunia adalah untuk melakukan kehendak Bapa, maka kita dipanggil mengikuti teladanNya. Kita mengerjakan apa yang dikerjakan Tuhan Yesus. Kita dipanggil untuk hidup dalam kehendakNya. Tuhan Yesus selalu melihat Bapa dan mendengar dari Dia. Apa yang Yesus lakukan adalah apa yang Dia dengar dari Bapa. Dia berkata, “…Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri, jikalau tidak melihat Bapa mengerjakannya, apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan oleh Anak.”

POTENSI HIDUP BARU
            Sejak kita di dalam Kristus, kita dipanggil untuk hidup dalam kehendak Bapa. Baik sebagai seorang profesional, sebagai pengusaha di market place, sebagai hamba Tuhan di ladang Tuhan, orang muda yang masih dalam pendidikan, maupun sebagai seorang ibu rumah tangga, apapun profesi kita, kita semua dipanggil untuk mengenal kehendak Bapa dan hidup di dalam kehendakNya. Kita mengerjakan segala sesuatu selaras dengan kehendak Bapa. Kita mengejar untuk hidup berkenan kepadaNya. Niat untuk hidup dalam kehendak Bapa itu dimulai dari hati.
            Setiap hari kita melakukan apa yang berasal dari dorongan hati yang kita lakukan sesungguhnya adalah dari apa yang kita dengar di hati. Karena itu kita harus merawat hati supaya selalu diisi Firman Tuhan, agar pesan Firman Tuhan itu yang bergema, sehingga kita mengikuti dorongannya. Ketika kita meresponi suara dari Firman Tuhan ini di hati, maka kita hidup di dalam kehendak Bapa.

HATI YANG MEMILIKI FIRMAN
            Hidup dalam kehendak Bapa adalah menerima Firman Tuhan dengan segenap hati dan kita memberi hati untuk menuruti FirmanNya. Kehendak Bapa bagi kita ada di dalam FirmanNya. Hati yang terbuka menyambut FirmanNya akan diliputi oleh kehendak Bapa. Firman Tuhan yang memenuhi hati menjadikan kita mengenal kehendak Allah Bapa, dan mendorong kita untuk melakukannya. Apa yang memenuhi hati kita, menentukan apa yang ingin kita lakukan.
            Langkah apakah yang pertama harus kita lakukan? Mulailah mempersembahkan hati kepada Tuhan. Hati yang dipersembahkan seutuhnya kepada Tuhan Yesus membuat kita dapat menyambut Firman Tuhan dengan tulus. Membuat kita bersungguh-sungguh hidup dalam FirmanNya. Kesungguhan hati hidup dalam kehendak Bapa mempersembahkan hidup kita bagiNya. Dia telah terlebih dahulu menyerahkan nyawa bagi kita.
Tuhan mencari hati yang bersih. Dia Allah yang kudus. Hati yang tulus, murni dan lembut adalah berharga di mata Tuhan. Tuhan telah mengaruniakan kepada kita hati yang baru sejak kita menjadi ciptaan baru didalam Kristus. Tapi kitalah yang bertanggung jawab untuk menjaga hati kita bersih. Hati yang bersih sesungguhnya adalah “tanah yang subur” bagi benih Firman Tuhan yang di tabur. Jangan biarkan ada lalang yang ditaburkan musuh mengotori hati dan pikiran. Batu dan kerikil yang pernah terselip harus dibongkar dan dibuang dari hati. Maka FirmanNya akan mudah untuk menebus hati. Ketika hati kita bersih dan terbuka menerima FirmanNya, maka Firman itu bisa mengakar kuat di hati kita.

RENUNGKAN FIRMAN TUHAN
            Kita harus merenungkan dan memperkatakan Firman Tuhan, supaya bisa mengakar dalam di hati. Kita harus berlatih untuk konsisten merenungkan Firman Tuhan. Inilah yang terjadi ketika tekun melakukannya:
1.       Firman Tuhan yang kita renungkan itu menghadirkan hikmat, akal budi dan kebijaksanaan yang berasal dari Tuhan. Pengertian yang kita dapat dari merenungkan, akan menjadi makna yang khusus dan mendalam, inilah yang membuat Firman itu mengakar di hati.
2.       Ketekunan dalam merenungkan Firman Tuhan akan membuat kita terarah untuk fokus kepada Tuhan. Kitab Yosua 1:8, “Buku hukum itu harus selalu kaubacakan kepada umat-Ku. Pelajarilah buku itu siang dan malam, supaya selalu kau melaksanakan semua yang tertulis di dalamnya. Kalau kau melakukan semuanya itu, hidupmu akan makmur dan berhasil.” (Terjemahan Alkitab Indonesia Sehari-hari). Tuhan menghendaki agar hidup kita selalu sesuai dengan apa yang tertulis dalam FirmanNya. Firman yang kita perkatakan dan renungkan menjadikan kita dapat bertindak tepat sesuai dengan isi Firman.
3.       Firman yang kita renungkan membangkitkan iman dan mengokohkan pengharapan. Tekanan dan goncangan kehidupan yang terjadi menjadi lebih mudah kita tanggulangi.
4.       Firman Tuhan yang kita renungkan dan perkatakan akan menjadikan roh kita responsif kepada Roh Kudus. Kita jadi lebih mudah untuk menangkap apa yang sedang dinyatakanNya kepada kita. Pewahyuan yang segar dari Roh Kudus mengalir ke dalam hati yang suka untuk merenungkan Firman.
Buahnya adalah kita hidup dalam kehendak Allah Bapa. Waktu kita berjalan dalam kehendakNya, maka kita akan mengalami penyertaan Tuhan dan campur tangan Tuhan. Sehingga perjalanan kita dituntun ke dalam kemenangan.
Berjalan di tahun yang baru, kita harus memilih untuk menjadi orang yang mencintai Firman Tuhan. Selalu menginginkan pewahyuanNya yang segar dan dinamis. Kita memandang FirmanNya itu penting sebagaimana Tuhan menganggapnya penting.
Mencintai Firman adalah ekspresi dari mencintai Tuhan Yesus sendiri. Dia adalah Firman yang Hidup. Ketika kita cinta Tuhan, maka kita akan memiliki kerinduan merenungkan FirmanNya. Hidup kita akan dikendalikan oleh kebenaran FirmanNya. Inilah yang harus tertanam di hati kita menapaki perjalanan tahun 2013.

MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN ROH KUDUS
            Untuk mengerti kehendak Allah dengan benar dan berjalan di dalamnya, kita membutuhkan Roh Kudus untuk membukakan arti FirmanNya di hati kita. Paulus mendoakan pokok ini dalam Kolose 1:9-10, “Itulah sebabnya kami selalu berdoa untuk kalian sejak kami mendengar tentang kalian. Kami minta kepada Allah supaya Roh Allah memberikan kepadamu kebijaksanaan dan pengertian sehingga kalian mengetahui dengan sempurna apa kemauan Allah, dengan demikian kalian dapat hidup menurut kemauan Allah, dan selalu menyenangkan hati-Nya, sehingga dalam segala sesuatu kalian dapat menghasilkan hal-hal yang baik. Dan pengetahuan kalian tentang Allah pun akan bertambah juga.” (Terjemahan Alkitab Indonesia Sehari-hari).
            Roh kuduslah yang mengaruniakan hikmat dan pengertian untuk mengenal kehendak Bapa dengan benar. Roh Kudus yang membuat kita tepat memahami kebenaran. Roh Kudus membawa pengenalan akan Allah ke dalam hati kita. Seberapa kita bergaul dan mengandalkan Roh Kudus dengan dalam, maka pengenalan akan Allah dan kehendakNya pun akan bertumbuh semakin mendalam. Orang yang mengerti kehendak Bapa dan konsekwen tinggal di dalamnya akan menjadi orang yang berkenan kepada Bapa dan berbuah dalam setiap pekerjaan baik.
            Penyembahan dalam roh dan kebenaran yang setia kita lakukan adalah bagian penting untuk bergaul dengan Roh Kudus. Waktu yang kita persembahkan untuk mencari hadirat Tuhan dan sikap yang mau dengar-dengaran akan suaraNya adalah unsur penting yang akan menjadikan roh kita semakin lentur terhadap Roh Kudus. Membuat kita semakin mudah untuk menangkap apa yang sedang Dia nyatakan kepada kita. Kita menjadi orang yang mudah dikoreksi ketika salah, dan bersedia untuk dibawa naik kepada standard kebenaran di level baru yang Tuhan gariskan. Kita siap untuk dibawa masuk ke “Next Level.”
            Firman di hati, dan mengerti kehendak Allah akan menjadikan kita dapat membangun hidup yang berkenan kepada Allah. Apa yang kita lakukan menghasilkan buah yang baik bagiNya. Kita akan merasa layak di hadapanNya. Kita memiliki pengharapan pasti dan keyakinan untuk menerima apa yang telah Dia sediakan bagi orang-orang pilihanNya. Menerima apa yang telah disediakan untuk hidup kekal di sorga maupun untuk menerima apa yang Dia sediakan untuk kita raih dibumi.
            Kolose 1:11-12, “Semoga dengan kuasa dari Allah yang agung, kalian dikuatkan sehingga kalian sanggup menderita segala sesuatu dengan sabar dan senang hati, dan dengan ucapan terima kasih kepada Bapa. Sebab Bapa itulah yang membuat kalian layak menerima apa yang disediakan Allah bagi umat-Nya di dalam kerajaan-Nya yang terang.” (Terjemahan Alkitab Indonesia Sehari-hari).
  
KOMITMEN UNTUK HIDUP BAGI TUJUAN TUHAN
            Paulus adalah contoh untuk orang yang berkomitmen hidup dalam kehendak Bapa. Sejak berjumpa dengan Tuhan Yesus, dia mempersembahkan sepenuh hidupnya menjadi milik Tuhan Yesus. Tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri. Dia memperhitungkan dirinya sudah mati. Hidupnya adalah bagi Kristus. Galatia 2:20, “Sekarang bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam diri saya. Hidup ini yang saya hayati sekarang adalah hidup oleh iman kepada Anak Allah yang mengasihi saya dan yang telah mengurbankan diri-Nya untuk saya” dan Filipi 1:21-22, dikatakan “Karena bagi saya, tujuan hidup saya hanyalah Kristus! Dan mati berarti untung. Tetapi kalau dengan hidup di dunia ini, saya dapat melakukan pekerjaan yang lebih berguna, maka saya tidak tahu mana yang harus saya pilih.” (Terjemahan Alkitab Indonesia Sehari-hari).
Dia sangat rela untuk menderita bagi tubuh Kristus. Dia siap menanggung penderitaan yang masih harus dipikul, untuk menggenapkan penderitaan Kristus bagi tubuhNya. Hidupnya adalah untuk mengembangkan orang yang dilayaninya agar meningkat kepada kehidupan yang berkembang dan maksimal bagi Tuhan. Sebab itu dengan penuh totalitas, Paulus mengerahkan seluruh kekuatan dan pergumulan untuk menyelesaikan kehendak Bapa. Kolose 1:24-29, “Sekarang saya senang menderita untuk kepentinganmu. Sebab dengan penderitaan jasmani saya, saya melengkapi apa yang masih harus diderita oleh Kristus untuk jemaat-Nya, yaitu tubuh-Nya. Allah menyuruh saya menjadi pelayan jemaat-Nya untuk kepentinganmu. Saya harus menyampaikan berita dari Allah, seluruhnya; yaitu berita yang selama berabad-abad yang lalu dirahasiakan oleh Allah kepada semua orang, tetapi sekarang dinyatakan kepada umat-Nya. Kepada umat-Nya itu Allah mau menyatakan betapa baiknya dan agungnya rahasia-Nya itu untuk seluruh umat manusia. Rahasia itu ialah: Kristus ada dalam dirimu, yang berarti kalian akan turut menikmati kebesaran Allah. Kristus itulah yang kami beritakan kepada setiap orang. Kami mengingatkan dan mengajar mereka semuanya dengan segala kebijaksanaan. Tujuan kami ialah supaya setiap orang dapat dibawa kepada Allah, sebagai orang yang dewasa dalam hal-hal rohani, karena sudah bersatu dengan Kristus. Untuk mencapai hal itu saya bekerja keras. Saya berjuang dengan seluruh tenaga yang diberikan Kristus kepada saya dan yang bekerja dalam diri saya dengan penuh kuasa.” (Terjemahan Alkitab Indonesia Sehari-hari).
Setelah di dalam Kristus, kita adalah orang yang telah diperdamaikan dengan Allah. Kita ditetapkan Tuhan untuk tujuan dan target Illahi. Kita dipanggil untuk menjadi Kudus, tak bercela, tak bercacat sebagai milik Kristus. Kolose 1:21-22, “Dahulu kalian jauh dari Allah. Kalian memusuhi-Nya karena kelakuan dan pikiranmu jahat. Tetapi sekarang, dengan kematian Anak-Nya, Allah membuat hubungan kalian dengan Dia menjadi baik kembali. Dengan cara itu kalian dapat dibawa menghadap Allah dalam keadaan yang suci, murni dan tanpa cela.” (Terjemahan Alkitab Indonesia Sehari-hari). Kita dipanggil untuk berkomitmen terhadap tujuan Tuhan. Untuk itu kita harus hidup dalam kehendak Bapa setiap hari. Ketika tinggal dalam kehendak Bapa, apa yang Dia rancangkan, dan yang disediakan bagi kita itulah yang terwujud dalam Hidup kita.
1 Yohanes 2:6, “Barangsiapa berkata bahwa ia hidup bersatu dengan Allah, ia harus hidup mengikuti jejak Kristus.” (Terjemahan Alkitab Indonesia Sehari-hari).

Tuhan Yesus Memberkati Berlimpah-limpah,  Amin.
(Jemaat GBI Rayon 4 Kemah Daud)

Terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia sehari-hari,
http://bibledbdata.org/onlinebibles/indonesian_bis/